UJIAN PENCIPTAAN SENI I
“Dengar Musikku Bercerita” ISI Yogyakarta
Koran Kedaulatan Rakyat Yogyakarta
http://222.124.164.132/web/detail.php?sid=208090&actmenu=40
Tanggal 01/02/2010 08:
50:27 DUA kebudayaan, Taiwan dan Jawa, bertemu dalam sebuah bentuk aransemen musik gamelan yang masing-masing mengusung lagu tradisional sebagai bahan pokok pengolahannya. Lagu ‘Sai Ba Ho’ dari Taiwan dan lagu Jawa ‘Cing Co Hung’ digarap lewat media yang sama yakni, gamelan dalam laras slendro.
Pementasan yang dibawakan oleh dua komposer muda yakni Anon Suneko dan Tseng Wei Lin tersebut merupakan salah satu bagian dalam acara ‘Konser Ujian Akhir Semester Penciptaan Seni’ dari mahasiswa Pascasarjana S2 Institut Seni Indonesia (ISI), dengan minat utama Penciptaan Seni di Auditorium S2 ISI, Jumat (29/1) malam. Konser mengusung tema ‘Dengar! musikku bercerita…’.
Selain keduanya, kegiatan yang digagas oleh UNIK Production Yogyakarta dan turut didukung SKH Kedaulatan Rakyat ini, menampilkan pula Jusuf Tjahjo Budi Utomo dengan karya ‘Haleluya Amin’, Firnando Sinaga ‘Suffering Is A Fate’, Raden Mas Aditya Andriyanto ‘Grandpa With His Flying Baloon’, Nugraha P Pilongo ‘Momongu Lipu’, serta Soekarno ‘Dreamer’.
Menurut Rosiana dari UNIK, konser ini menampilkan lima mahasiswa Penciptaan Seni dengan minat studi musik barat dan dua mahasiswa minat studi musik nusantara. “Seluruh karya yang berdurasi sekitar 10-20 menit ini memiliki berbagai latar belakang budaya berbeda. Mereka bercerita lewat musik, serta menampilkannya dalam bentuk string orkestra dan alat musik etnis,” katanya.
Komentar Terakhir