30
Sep
08

polopalo-2

Dapat ditemui dua macam Polopalo yaitu Polopalo jaman dulu/tradisional dan Polopalo jaman sekarang ini/bernada. Polopalo jaman dulu hanya dimainkan sendiri atau solo sedangkan alat musik Polopalo sekarang ini dimainkan berkelompok dengan menggunakan komposisi dan aransemen.

Teknik memainkannya pun berbeda, Polopalo jaman dulu dimainkan dengan memukulkan alat musik Polopalo tersebut ke pemukul dan kebagian anggota tubuh yaitu lutut secara beraturan, sedangkan alat musik Polopalo jaman sekarang ini dimainkan dengan memukulkan alat musik tersebut hanya ke pemukulnya saja. Namun teknik memainkan Polopalo sekarang ini jauh lebih menuntut kemampuan ritme dan musikalitas guna menyesuaikan dengan komposisi dan aransemen yang di berikan pada alat musik Polopalo.

Polopalo jaman dulu dan Polopalo jaman sekarang ini memiliki bahan dasar yaitu bambu. Bentuk keduanya sekilas menyerupai garputala raksasa. Perbedaan yang paling mencolok dari kedua jenis Polopalo ini yaitu terletak pada, Polopalo jaman sekarang ini tidak memiliki lubang pada pangkal Polopalo sedangkan pada Polopalo jaman dulu terdapat lubang untuk membedakan warna bunyi. Namun pada Polopalo waktu dulu tidak terdapatnya proses penyeteman/’penalaan’, sedang pada Polopalo sekarang ini terdapat proses penyeteman yang dilakukan dengan meraut secara bertahap lidah Polopalo.

Perkembangan ini sesuai realita di daerah Gorontalo, dimana para pengrajin musik Polopalo melakukan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang didalam pola pikirnya telah dipengaruhi oleh berbagai perkembangan global dengan tuntutan kemajuan secara instan dari berbagai faktor. Misalnya, faktor ekonomi, sosial, dan teknik yang didalamnya ‘teknik’ seni (musik).


17 Tanggapan ke “polopalo-2”


  1. 1 Merlin Muhi
    Oktober 25, 2008 pukul 4:53 am

    Polopalo adalah salah satu alat musik tradisional daerah Gorontalo yang masih bisa kita lhat sekarang, baik dalam bentuk aslinya maupun yang sudah mengalami perkembangan bentuk dan fungsinya. Saya setuju dengan perubahan yang dilakukan pada alat musik ini karena dengan demikian kita bisa mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan budaya asli kita. Selama namanya masih “polopalo” saya yakin orang Gorontalo masih bisa mengenalnya sebagai alat musik dari daerah Gorontalo walaupun bentuknya agak berbeda, dan tentu akan lebih membanggakan lagi jika alat musik ini bisa digunakan secara nasional dan bukan hanya di daerah Gorontalo saja.

  2. 2 Inchy_Cute
    Oktober 25, 2008 pukul 1:50 pm

    polopa adalah alat musik kesenian gorontalo yg sampai saat ini kelestariannya masih sangat dijaga.
    terus terang sya tdak begitu setuju dengan adnya perubahan pada alat musik tersebut,
    karena bisa saja kegiatan yg biasa dilakukan itu malah dihilangkan karena disesuaikan dengan perkembangan zaman,sehingga ciri khas dari alat musik tersebut tdk bsa di kenal lagi

  3. 3 Yulan Ali
    Oktober 25, 2008 pukul 2:09 pm

    selama perubahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kelestariannya, saya setuju2 aja karena selain alat musik polopalo bisa dikenal oleh orang banyak,penggunaan polopalo sebagai alat musik juga bisa berkembang,dlm artian (selain digunakan sebagai musik tradisional,juga dapat pakai dlm ajang festifal musik yag biasa diadakan)

  4. 4 Nurma Rifatun Paneo
    Oktober 26, 2008 pukul 6:22 am

    Polopalo adalah alat musik kesenian Gorontalo yang harus dilestraikan.
    Saya setuju dengan adanya perubahan karena dengan begitu alat musik kesenian khas Gorontalo khususnya polopalo dapat berkembang.
    Dan dengan adanya perkembangan ini, alat musik polopalo bisa dikenal oleh orang banyak.
    Jika memungkinkan alat ini dapat dipakai ddalam ajang festival musik nasional.
    Tapi perkembangan ini tidak boleh lari dari ciri khas budaya Gorontalo.

  5. Oktober 26, 2008 pukul 8:41 am

    sepengetahuan saya bahwa “POLOPALO” memang merupakan permainan rakyat gorontalo yang terbuat dari bambu pilihan, membentuk huruf ” Y ” , permainan ini sering di lombakan, Biasanya para remaja atau anak-anak di Gorontalo sering berlomba pada malam hari untuk memainkan alat ini,dimainkan oleh dua orang di atas panggung yg menghadap ke bukit/gunung. tingginya minimal 6 meter dan jurinya di atas gunung/bukit yg berhadapan dengan panggung, pemenang di ukur atau dinilai dari suara yang dikeluarkan dari “polopalo” ini. Penentuan pemenang dilakukan di saat juri menentukan siapa yg menang, biasanya cukup dengan isyarat lampu senter. satu sorotan berarti peserta yg pertama yg juara, kalo dua sorotan berarti nomor dua yg menang.

    Gorontalo terkenal juga dengan budayanya, mulai dari proses kelahiran hingga kematian semuanya dijalani dengan upacara adat . Selain itu penyambutan tamu agung, pemangkuan jabatan, kelahiran anak, menaiki rumah baru hingga perkawinan semuanya tak lepas dari adat istiadat. Tetapi adat istiadat Gorontalo memiliki satu pegangan atau pondasi yang disebut Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah. Keseniaan daerahnya yaitu dana-dana, saronde, polopalo, gambusi dan masih banyak lagi. Semua kegiatan kesenian umumnya berpusat di bandaya poibe yaitu rumah adat gorontalo yang terletak di kabupaten gorontalo.

  6. 6 sri sartika lontang
    Oktober 27, 2008 pukul 2:42 am

    Polopalo memang merupakan salah satu ciri khas daerah gorontalo. akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman alat musik ini tidak hanya jarang kita temui bahkan hampir tidak ada sama sekali. Untuk itu, perlu adanya usaha dari masyarakat gorontalo sendiri untuk tetap mempertahankan budayanya agar selalu lestari.

  7. 7 steven domili
    Oktober 27, 2008 pukul 2:50 am

    menurut saya polopalo itu adalah salah satu alat musik tradisional yang wajib di lestarikan dan di kembangkan.karena polopalo telah dikenal di seluruh daerah yang ada diindonesia bahkan bisa sampai ke mancanegara.

  8. 8 sri israwati.said
    Oktober 27, 2008 pukul 3:03 am

    menurut saya polopalo adalah alat musik yang harus dijaga agar perkembangannya tidak akan musna,karena jaman sekarang para remaja kurang menyukai alat musik tradisional sehingga lambat laun penggunaannya tidak di butuhkan lagi.hanya dari kesadaran tiap remaja khususnya remaja gorontalo penggunaan dan perkembangan alat musik polopalo ini bisa lebih maju tentu juga perlu bantuan dari orang yang sudah mengenal lebih jauh tentang alat musik ini.oleh karena saya bukan orang asli gorontalo jadi tidak tau bentuk alat musik polopalo,sehingga komentar saya tidak banyak.

  9. 9 Anggraini Y. Hunowu
    Oktober 27, 2008 pukul 3:11 am

    polopalo merupakan alat musik khas daerah Gorontalo yang perlu di lestarikan. Karena seperti yang saya lihat sekarang ini sudah banyak masyarakat Gorontalo yang tidak mengetahui apa alat musik POLOPALO itu terutama para remaja. contohnya saja mereka tidak tahu bentuk & cara menggunakan polopalo tersebut.

  10. 10 Rodiah Thalib
    Oktober 27, 2008 pukul 3:25 am

    POLOPALO adalah alat musik tradisional khas daerah Gorontalo yang harus d lestarikan.

    saya tidak setuju dengan adanya perubahan tersebut karena alat musik polopalo itu merupakan alat tradisional daerah garontalo & sebelum alat itu mengalami perubahan saja banyak masyarakat yang tidak mengetahui alat musik POLOPALO tersebut, khususnya para remaja.

  11. 11 nia oktarina miu
    Oktober 27, 2008 pukul 3:31 am

    Polopalo adalah salah satu alat musik tradisional daerah Gorontalo. Sebagai warga masyarakat yang ingin mempertahankan budayanya, hendaknya masyarakat Gorontalo melakukan upaya pelestarian yang dampaknya dapat dilihat dan manfaatnya berguna. apalagi di dunia globalisasi seperti sekarang ini, sudah banyak pengaruh budaya asing yang masuk ke negara kita yang dampaknya akan mempengaruhi perkembangan kebudayaan kita terutama di Gorontalo.

  12. Oktober 27, 2008 pukul 5:04 am

    Melestarikan budaya daerah merupakan wujud cinta kita terhadap daerah kita sekaligus wujud syukur kita pada TYME…
    Dan menurut saya berbicara melestarikan berarti kita tidak perlu merubah asal muasal, bentuk, warna, ragam, bunyi atau apa pun yang ada atau terkandung pada kebudayaan tersebut baik itu menambahkan apalagi mengurangi, yang dalam hal ini POLOPALO.
    Melestarikan berarti kita mempertahankan keaslian dari alat musik POLOPALO.
    Berbeda pula konsepnya apabila kita berbicara tentang pengembangan…
    Mungkin akan beda pula daya tariknya ketika alat musik POLOPALO di kembangkan.
    Menurut saya sah-sah saja apabila POLOPALO dikembangkan, asalkan tidak merubah bentuk aslinya.
    Mudah-mudahan komentar saya akan lebih membangun daya juang Bapak Nugra untuk lebih lagi termotivasi berkarya dalam tulisan dan menjadikan POLOPALO alat musik yang dicintai buka saja penduduk asli Gorontalo tapi seluruh masyarakat Indonesia dengan mempertahankan budaya keTimuran.
    Karya tulis ini akan sangat bermanfaat bagi kita anak-anak negeri untuk lebih lagi mencintai kebudayaan bangsa sendiri…
    Sangat akan terus menunggu karya tulis Bapak Nugra selanjutnya…

    Gambatte…!!!!
    “santje”

  13. 13 ROSNA IBRAHIM
    Oktober 28, 2008 pukul 9:09 am

    KOMENTAR DAN SARAN TENTANG SENI DI GORONTALO

    Kesenian di Gorontalo bisa di katakan fifty-fifty.Artinya,selain sudah berkembang kesenian di daerah ini pun sudah mulai menyusut.Contohnya,tarian adat Gorontalo “Polopalo” telah di hilangkan sebagian keaslian dari tari itu sendiri.Maksudnya,tari tersebut telah di buat atau di tambahkan gerakan-gerakan yang lebih modern atau lebih mengikuti zaman.Hal ini mengakibatkan masyarakat lebih mengenal tarian Polopalo dalam bentuk seperti sekarang ini(bentuk modern).
    Adapun perkembangan seni di Gorontalo bermacam-macam.Salah satunya,seni kerawang yang telah banyak di kenal di kota-kota yang ada di Indonesia.Tidak di pungkiri banyak masyarakat dari luar Gorontalo yang sangat menyukai kerajinan inI,bahkan orang asing pun menyukai kerajinan ini.
    Dari pernyataan di atas,yakni perkembangan dan penyusutan kesenian di Gorontalo dapat di tarik kesimpulan bahwa daerah Gorontalo masih perlu meningkatkan rasa cinta pada kesenian dan masyarakat pun harus lebih menjaga agar jangan sampai nilai rasa dari seni itu sendiri hilang atau pudar seiring dengan adanya perkembangan zaman yang semakin maju.

  14. 14 lia devi susanti
    Oktober 28, 2008 pukul 12:34 pm

    komentar.
    saran saya sebaiknya alat musik ini di perkenakan atau di jadikan salah satu materi kesenian di sekolah-sekolah jadi dengan begitu alat musik polopalo tidak hilang dari budaya gorontalo atau hanya sekedar dongeng
    saran…..
    di lestarikan terus………..!!!!!!!!!!!!!!

  15. 15 steven domili
    Oktober 29, 2008 pukul 1:06 am

    STEVEN DOMILI

    on Oktober 27, 2008 at 2:50 am

    Ass…..Menurut saya polopalo itu adalah salah satu alat musik tradisional yang wajib di lestarikan dan di kembangkan.karena polopalo telah dikenal di seluruh daerah yang ada diindonesia bahkan bisa sampai ke mancanegara.
    Komentar saya: materi bapak sangat menarik dan ulas terus pak tentang alat kesenian gorontalo.
    thanks

  16. 16 Syarif Ginoga
    April 5, 2009 pukul 1:07 pm

    Salam..
    rasa kagum yang mendalam tentang karya seni Gorontalo adalah Pertama kali sy melihat polopalo, maskipun bentuknya sederhana, tapi menrut sy Polopalo ini memiliki nilai “seni” yang tinggi. dilihat dari segi bentuk dan bahan dasar polopalo itu terpampampang warna khas masyarakat Gorontalo yang natural serta prospek imajinatif yang hadir dalam sebuah karya yang begitu menyentuh rasa.

    disini saya belum menemukan sejarah atau asal-usul penciptaan karya ini, yang mungkin melalui satu gambaran imajinatif sesorang tentang kebudayaan gorontalo ataukah karya ini merupakan peninggalan masa lampau?? (tanggapannya Pa..?)

    sy berfikir bahwa seni adalah sebuah kecintaan, pola yang baur menjadi terstruktur oleh nilai seni itu sendiri, dan seni adalah masa depan karena seni dapat melahirkan warna baru bagi kehidupan.

    Pernahkah Bpk malihat ataupun meninjau lokasi obyek wisata yang menghadirkan karya ini sebagai “souvenir” kepada pengunjung?, sehingga apabila pengunjungnya berada dri luar daerah bahkan luar negri, maka sy yakin “Polopalo” ini akan tetap eksis dalam tataran karya seni paling dikagumi di Gorontalo. dan sebagai investasi budaya dan karya seni Gorontalo kepada masyarakat global.

    Mm.. Pak’, dimana sy bisa mendapatkan pengrajin karya ini’? baik modern maupun tradisional.

    terakhir sy mau tanya, adakah prospek kedepan Bapk tentang strategi pengembangan karya ini yang mungkin dapat menjadi satu karya yang besar apabila dilestarikan?

    terus kembangkan dan lestarikan karya seni gorontalo Pak’…!
    sukses buat Bapak..
    maaf sdh banyak nanya ni Pak..


Tinggalkan Balasan




 

September 2008
S S R K J S M
    Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Komentar Terakhir

ervina ibrahim di Momongu Lipu Concert
Syarif Ginoga di polopalo-2
ocha di mendekati konser…
angelhamzah di mendekati konser…
Steven Polapa di Momongu Lipu Concert
joe_selebes di Momongu Lipu Concert
Rukli Ismail di Polopalo
Yuniartie.Goi di Polopalo
Trubus Semiaji di Polopalo
Mimy Pulukadang di FSB-Kesenian
Nurlaila Tahir di Polopalo
Lia Indriani Mangopa di FSB-Kesenian
YERITA MAMONTO di Polopalo
fitrianingsi kasamo di Polopalo
steven domili di polopalo-2

Blog Stats

  • 1,907 hits

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Tulisan Teratas

Pengarang